Monday, November 21, 2011

RAHASIA HELM KBC V TYPE SERIES

HELM tak sekadar aksesoris kepala pemotor. Helm adalah benteng terakhir perlindungan keselamatan kepala pemotor.
”Pada kecepatan di bawah 20 kilometer per jam, pemotor tanpa helm masih tak begitu fatal jika terjadi benturan, tapi jika lebih dari itu, bisa fatal,” ujar Arif Rahman, dari Laboratorium Uji Konstruksi Puspitek, Serpong, di sela peluncuran helm KBC V type series, di Jakarta, Senin (6/6/2011) siang.

Ya. Perlindungan kepala amat mutlak. Tanpa itu, fatalitas bakal meningkat saat terlibat insiden kecelakaan.
PT Central Sole Agency (CSA), importir helm KBC di Indonesia, menganggap pentingnya keselamatan bagi pemotor. Salah satunya, ujar Willianto Husada, direktur PT Central Sole Agency (CSA), pihaknya mengeluarkan helm KBC V type series yang dibanderol Rp 550 ribu per unit. ”Ini adalah produk yang ideal bagi pemotor pada saat ini,” jelas dia, saat berbincang dengan saya di cafe Rolling Stones, Kemang, Jakarta Selatan, di sela peluncuran.
Soal kualitas, menurut Budianto Suryawinata, product development dept head CSA, KBC V type series sudah cukup andal. “Helm ini sudah sesuai standar DOT dan SNI sekaligus mendapat sertifikasinya. Namun, sekalipun sesuai standar SNELL, tidak kami registrasi,” papar Budi.
Ini Dia Rahasianya
Menurut Budi, selain kekuatan di desain dan grafis, KBC memiliki kualitas yang dihasilkan dari proses pembuatan kulit luar helm (shell). ”Ada empat metode proses pembuatannya,” jelas dia.
Seperti apa metode tersebut, silakan di simak bagan di bawah ini.

Sementara itu, lanjutnya, helm yang diproduksi KBC juga memiliki empat metode proses pembuatan shell. Di bawah ini adalah diagram soal tersebut.

Budi menjelaskan, selain memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), KBC juga juga telah memenuhi standar Amerika Serikat (AS) yakni DOT dan SNELL, standar Eropa (ECE), dan Australia (AS).
Dia memberikan perbandingan test impact dari empat standar yakni DOT, SNELL, ECE, dan SNI. Ada yang mudeng perbandingan di bawah ini?

Kesadaran memakai helm mesti terus digelorakan di tengah masyarakat kita. Maklum, sekitar 90% penyebab kematian korban kecelakaan sepeda motor dipicu oleh luka di kepala. ”Kami para produsen mengedukasinya dengan memberikan satu helm untuk setiap pembelian satu motor,” ujar Gunadi Sindhuwinata, ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi), saat berbincang dengan saya di cafe Rolling Stones.
Balik lagi soal KBC V type series. Menurut Willia, pihaknya untuk tahap awal menyediakan dua desain yakni V Zero dan V Euro. ”Selain itu, kami sediakan juga pinlock atau antiembun dengan harga Rp 99 ribu per unit untuk setiap pembelian satu KBC V type series,” jelasnya.


Fitur-fitur KBC V type series, seperti terlihat di gambar di bawah ini, memang cukup memadai untuk melindungi pemotor dari benturan kepala saat terlibat kecelakaan. Menurut Anda? sumber:edo rusyanto

0 comments:

Post a Comment

AFFILLIATE

Program Affiliate Indowebmaker